allactivity

Orang SibUk nggak AkAn semPet Gila

Hadirku untuk dirinya

Posted by justesty on February 23, 2010

Enggan rumput untuk berkata kata
Ketika hujan tak lagi menyentuhnya
Enggan ia untuk meberikan tangis
Pada bumu yang telah menghidupinya

Betapa ia mendambakan embun
Ketika pagi datang menggantikan malam
Betapa ia rindu belaian angin
Ketika panas siang menyelimuti raganya

Aku tak mengerti
Kenapa rumput masih berdiri
Bertahan pada tengah liar terkepung mawar
Mempertahankan hijau warna mimpinya
Melindungi bumi dari rapuhnya
Menjaga angin pada polosnya

Dan rumput…
Masih tersenyum  pada tali pengharapan
Menunggu air.. membasahi jiwanya yang kian terberai
Menyatukan hati tak berujung disetiap letih jemarinya

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.